SMS Bulan Madu

Alkisah ada 3 anak putri: Vira, Voni, dan Veni yang dinikahkan secara masal oleh orangtuanya.

Mereka pergi bulan madu bersamaan. Vira pergi Pulau Batam, Voni ke pulau Seribu dan Veni si bungsu pergi ke Bali.
Selama berbulan madu kedua orang tua mereka minta dikirim kabar tentang segala yang terjadi.

Dua hari setelah kepergian anak mereka, diterimalah sebuah SMS dari VIRA di Pulau Batam. Isi berita nya cukup sederhana “STANDARD CHARTERED”. Membaca berita tersebut mereka ingat & mencari iklan Standard Chartered di koran dan terbacalah tulisan besar berbunyi “BESAR, KUAT dan BERSAHABAT”. Tersenyum lah kedua orang tua mereka membaca berita dari Vira.

Hari ke 4 datang SMS kedua , berasal dari Voni di P. Seribu…..isi berita nya juga cukup singkat yaitu…NESCAFE. Kontan kedua orang tua mereka mencari koran dan membaca Iklan NESCAFE yang berbunyi “NIKMATNYA SAMPAI TETES TERAKHIR”. Maka kedua orang tua mereka pun tersenyum bahagia sambil sedikit haha..hihi.

Hari ke 5 ditunggu tidak ada berita/SMS yang datang hari ke 6 begitu pula tidak ada sebuah SMS pun hari ke 7 begitu pula tidak ada kabar dari anak bungsu mereka si Veni yang berbulan Madu. Memasuki hari ke 8…… akhirnya kedua orangtua mereka menerima SMS juga dari Veni di Bali dan isi beritanya cukup singkat CATHAY PACIFIC!!! Segera kedua orang tua mereka mencari iklan Cathay Pacific dikoran, dan dijumpailah iklan penerbangan dengan tulisan besar “7 KALI SEMINGGU, 3 KALI SEHARI, 5 JAM NON-STOP. Kedua orang tua tersebut langsung memanjatkan doa untuk keselamatan anaknya yang bungsu itu…..

POSTED BY Administrator ON 06.30.05 @ 7:37 am | 0 Comments

Khasiat Mahkota Dewa Obat Pusaka dari Papua

(Mahkota Dewa, Obat Pusaka Para Dewa, Ning Harmanto, Agro Media Pustaka, Cetakan Keempat April 2002, viii+54 halaman) BUKU ini berisi pemanfaatan tanaman Mahkota Dewa, untuk kesehatan. Mahkota Dewa, menurut buku ini, berkhasiat untuk mengobati kanker, lever, ginjal, diabetes, asam urat, jantung, dan penyakit lainnya. Dalam khasanah budaya kita, ternyata terdapat kandungan yang luar biasa untuk menyembuhkan penyakit.

Ini yang kadang tak disadari banyak orang. Tetapi, sistem pengobatan tradisional ini lebih bersifat turun-temurun penularannya, sehingga banyak yang hilang dari ingatan dan tidak lagi digunakan sebagai alternatif pengobatan.
Untuk sementara pengobatan cara tradisional digantikan oleh cara pengobatan Barat. Tetapi, belakangan banyak lagi orang yang back to nature. Mereka mulai mengerling kembali kekayaan budaya kita berupa tanam-tanaman. Misalnya banyak yang membuat tanaman obat untuk keluarga. Pemerintah pun mengeluarkan rekomendasi untuk beberapa tanaman. Dan, menurut Ning Harmanto, ternyata banyak sekali tanaman yang berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit. Satu di antaranya adalah Mahkota Dewa ini.
Buku ini mengupas berbagai persoalan tentang penyakit, khususnya pemanfaatan Mahkota Dewa. Terbagi dalam empat bab pembicaraan. Pertama, tentang tanaman pusaka dari tanah Papua. Kedua, pembudidayaan Mahkota Dewa. Ketiga, pengobatannya dan keempat pemanfaatannya. Buku ini dilengkapi gambar-gambar dan pengalaman orang lain.
Kita tak pernah menyangka kalau Mahkota Dewa ini ternyata habitat asalnya di tanah Papua. Namun, entah bagaimana tanaman ini masuk Keraton Mangkunegaran (Solo) dan Keraton Yogyakarta. Di kedua tempat itu tanaman ini dikenal sebagai tanaman obat, karena khasiatnya luar biasa. Dari mulut ke mulut, akhirnya banyak orang memanfaatkan Mahkota Dewa untuk keperluan penyembuhan. Dan tersebarlah khasiat itu sampai ke luar keraton.
Berdasarkan penelitian, kandungan kimianya cukup besar, tetapi literaturnya sangat terbatas. Juga dalam literatur kuno, hanya disebutkan kegunaan biji buahnya yang bermanfaat sebagai bahan baku obat luar, misalnya untuk obat kudis. Toh, akhirnya ditemukan kandungan lainnya. Dokter Regina Sumastuti, misalnya dari Fakultas Kedokteran UGM, berhasil membuktikan bahwa tanaman ini mengandung zat antihistamin. Zat ini merupakan penangkal alergi.
Jadi, dari sudut pandang ilmiah, Mahkota Dewa bisa dipakai untuk menyembuhkan aneka penyakit alergi yang disebabkan oleh histamin, seperti biduren, gatal-gatal, selesma dan sesak nafas. Penelitian Dokter Regina juga membuktikan bahwa tanaman ini mampu berperan sebagai oxytosin atau sintosinon, yang dapat memacu kerja otot rahim sehingga persalinan berlangsung lebih lancar.
Buku ini, tentunya bisa bermanfaat bagi siapa pun yang berubaha melakukan penyembuhan terhadap penyakit. Orang tidak lagi hanya melirik pada sambiloto, kunyit, katuk, kamijoro atau buah delima saja. Tetapi, Mahkota Dewa juga mengandung khasiat yang belum terkenal luas. Buku ini juga cara lain sosialisasi manfaat Mahkota Dewa, yang barangkali di tanah Papua sudah tak lagi dikenal. Entah bagaimana, justru di Solo dan Yogyakarta tanaman ini dikenal sangat bermanfaat.
Kalau ingin mengetahui rahasia yang terkandung di dalam Mahkota Dewa, buku ini membeberkan termasuk bagaimana cara membudidayakannya. Apalagi ditulis oleh orang yang punya pengalaman langsung dan dipercaya. (Arwan Tuti Artha)

POSTED BY Administrator ON @ 7:35 am | 1 Comment

Next Page

Menu Santapan

  • Login - Daftar
  • Iptek
  • TF UGM
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Proyek
  • Tips
  • Tentang TN85
  • Album foto
  • Guyonan

Ngobrol

Berita

    June 2005
    M T W T F S S
        Jul »
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    27282930  

Artikel Kiriman Baru

  • Linux vs Windows
  • Album Foto
  • Minyak Kelapa,...
  • Pembuatan Minyak...
  • Profesor Ken...
  • Info Tempat...
  • Tekanan darah...
  • Mr. Bean Tumor otak

Cuaca

  • Check Other

Kategori

Arsip

Cari

Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here